Recent Posts

    Dampak Paparan Radiasi Nuklir Pada Tubuh Manusia, Bahayakah?


    Dinisehat.id - Jika Seandainya terjadi ledakan nuklir di sekitar rumah Anda dan dapat selamat dari ledakan tersebut lantas apa sajakah dampak radiasi akibat ledakan tersebut? Bagaimanakah radiasi tersebut dapat merusak fungsi tubuh Anda?

    Ukuran dosisnya

    Ketika reaksi nuklir berlangsung, mereka mengeluarkan partikel dengan energi yang cukup untuk menyerang elektron dari atom atau molekul. Ikatan yang diubah menghasilkan pasangan ion yang sangat reaktif secara kimiawi. Ini dikenal sebagai radiasi pengion, dan disitulah masalahnya dimulai.

    Ada banyak jenis radiasi pengion. Seperti kosmik, alfa, beta, gamma atau sinar-X, neutron, atau yang lainnya. Yang terpenting adalah seberapa banyak organisme terpapar radiasi atau disebut dosis terserap.

    Salah satu cara untuk mengukur dosis yang diserap adalah dalam satuan Grays (Gy). Unit umum lainnya adalah Sievert (Sv), yang mengambil ukuran Gy dan mengalikannya dengan jenis radiasi untuk menghitung dosis efektif dalam jaringan hidup. Paparan radiasi rata-rata selama beberapa detik dari rontgen perut adalah 0,0014 Gy. Ini merupakan dosis ringan, jadi hal tersebut tidak terlalu buruk. Ketika Anda benar-benar mendapat masalah adalah dengan paparan seluruh tubuh, seperti saat di ruang kontrol Chernobyl segera setelah ledakan. Di sana, Tubuh Anda akan menyerap 300 Sv per jam. Tetapi Anda pasti tidak akan bertahan satu jam. Dengan dosis tersebut akan mematikan seluruh fungsi tubuh Anda hanya dalam 1-2 menit.

    Bagaimana pengaruh radiasi dapat menyebabkan kematian

    Dosis besar radiasi pengion dalam waktu singkat menyebabkan Sindrom Radiasi Akut (ARS), atau bisa juga disebut keracunan radiasi. Tingkat keparahan gejala ARS tergantung pada tingkat paparan. Dosis radiasi serendah 0,35 Gy bisa menyebabkan Anda terserang flu, membuat Anda mual dan muntah, sakit kepala, kelelahan, dan demam. Jika tubuh terpapar dengan dosis yang lebih tinggi, di antara 1-4 Gy, sel-sel darah mulai mati, tetapi Anda masih bisa pulih dengan pengobatan sindrom radiasi. 

    Pengobatan Sindrom Radiasi semacam ini biasanya melibatkan transfusi darah dan antibiotic, tetapi Anda juga bisa menderita respons imun yang melemah karena penurunan jumlah sel darah putih, perdarahan yang tidak terkendali karena kurangnya trombosit, dan anemia karena pengurangan sel darah merah. Anda juga akan melihat jenis kulit terbakar yang sangat aneh bahkan terlihat seperti zombie jika terkena radiasi pengion 2 Gy atau lebih. Secara teknis disebut sebagai radiodermatitis akut, efeknya termasuk bercak merah, kulit mengelupas, dan kadang-kadang melepuh. Hal tersebut diperkirakan akan muncul dalam 24 jam.

    Namun, jika diantara 4 dan 8 Gy, dengan dosis tersebut bisa berakibat fatal tetapi untuk menyebabkan kematian tingkat paparannya masih bervariasi. Pasien pada tingkat ini menderita muntah, diare, pusing, dan demam. Tanpa perawatan, Anda bisa mati hanya beberapa minggu setelah paparan.

    Beberapa organ yang terkena radiasi dapat menyebabkan :
    OTAK: Sel-sel saraf (neuron) dan pembuluh darah otak bisa mati, sehingga menyebabkan kejang.

    MATA: Paparan radiasi meningkatkan risiko katarak.

    TIROID: Ketika sebuah reaktor nuklir mengalami kegagalan fungsi, yodium radioaktif (I-131) dapat dilepaskan ke atmosfer. Tiroid sangat sensitif terhadap efek I-131 (pada kenyataannya, afinitas I-131 terhadap tiroid digunakan sebagai pengobatan secara khusus menarik radiasi ke tiroid untuk mengobati kanker tiroid dan tiroid yang terlalu aktif). Ketika tiroid yang sehat terpapar I-131, itu dapat menyebabkan penurunan fungsi tiroid dan, seiring waktu dapat menyebabkan kanker tiroid.

    PARU-PARU: Ketika Anda menghirup partikel radiasi nuklir yang tidak terlihat, itu dapat menyebabkan kanker paru-paru.

    HATI: Radiasi dosis tinggi dapat merusak sel-sel di pembuluh darah yang mengalir ke jantung, sehingga dapat mengurangi fungsi jantung.

    USUS: Sel-sel sensitif dilapisan usus bisa rusak, menyebabkan mual, muntah darah, dan diare berdarah.

    ORGAN REPRODUKSI: Sel-sel yang membelah dengan cepat (telur dan sperma) dalam ovarium dan testis menyebabkan kematian, yang menyebabkan kemandulan.

    KULIT: Membelah dengan cepat sel-sel kulit sehingga menebabkan kerusakan, menyebabkan lesi kulit dan kulit terbakar.

    SISTEM LIMFATIK: Sel-sel limfatik yang membelah dengan cepat mati dan sumsum tulang yang rusak mungkin dapat mengalami kesulitan dalam mengisi kembali sel-sel peningkat kekebalan ini, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

    Fisikawan Louis Slotin, yang meninggal karena ARS selama 1946 penelitiannya di Proyek Manhattan, terkena dosis radiasi yang diperkirakan hanya lebih dari 10 Gy gamma dan radiasi Sinar-X. Dia tidak akan selamat pada hari ini juga, bahkan dengan perawatan modern seperti transplantasi sumsum tulang. Pasien yang terpapar radiasi antara 8 hingga 30 Gy mengalami mual dan diare parah dalam satu jam, dan mereka meninggal antara 2 hari dan 2 minggu setelah terkena paparan radiasi.

    Dosis yang diserap lebih dari 30 Gy menyebabkan kerusakan neurologis. Dalam beberapa menit, pasien mengalami muntah dan diare parah, pusing, sakit kepala, dan tidak sadar. Kejang dan tremor sering terjadi, seperti ataksia, atau hilangnya kontrol fungsi otot sadar (volunteer). Kematian dalam waktu 48 jam tidak bisa dihindari.

    Tetapi jika Anda menghindari radiasi yang cukup untuk tetap hidup

    Hanya karena Anda menghindari ARS setelah ledakan nuklir, bukan berarti Anda bisa menikmati akhir yang bahagia. Paparan radiasi pengion jangka panjang, bahkan pada dosis yang terlalu rendah dapat menghasilkan gejala penyakit radiasi, yaitu dapat menyebabkan mutasi genetik dan kanker. Ini adalah risiko terbesar yang dihadapi orang yang selamat dari bencana Fukushima.Kecelakaan tersebut memancarkan sebagian kecil dari bahan radioaktif yang dilepaskan di Chernobyl. Tetapi perkiraan terbaru memprediksi sebaran radiasi di area tersebut masih dapat menyebabkan lebih dari seribu kematian akibat kanker.


    Biasanya, sel dikendalikan oleh struktur kimia molekul DNA. Tetapi ketika radiasi menyimpan cukup energi untuk mengganggu ikatan molekul, untaian DNA terputus. Sementara sebagian besar dapat perbaikan dengan benar, sementar sekitar seperempat tidak dan dengan demikian dapat memulai proses yang panjang dan lambat yang menghasilkan peningkatan laju mutasi pada generasi sel di masa yang akan datang. Kemungkinan kanker dapat meningkat dengan dosis radiasi yang efektif tetapi, tingkat keparahan kanker tidak tergantung pada dosisnya. Paparan radiasilah yang sangat berpengaruh, dan tidak masalah jika tingkat radiasi tinggi atau rendah.

    Dengan paparan jangka panjang, model prediksi tingkat risiko tetap kontroversial. Bahkan, model yang paling banyak diterima menunjukkan bahwa, dalam hal yang mempengaruhi kebanyakan orang, radiasi tingkat rendah adalah sumber radiasi yang paling berbahaya. Jadi, meskipun terkena ARS sangat mematikab, tetapi luka bakar pada kulit yang paling membuat Anda khawatir jika selamat atau dapat bertahan hidup setelah terpapar radiasi.

    Itulah beberapa dampak yang terjadi jika tubuh kita terpapar radiasi nuklir, Jika artikel ini bermanfaat share ke teman-teman Anda !!

    0 Response to "Dampak Paparan Radiasi Nuklir Pada Tubuh Manusia, Bahayakah? "

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel